Saturday, November 1, 2014

..Menunggu..





Bismillah..

Selalu… Selalu aku mengharap sesuatu yang mata ini lihat terlalu berharga untuk jatuh ke dalam tangan yang menadah. Aku meminta dengan sujud yang tidak pernah berhenti. Aku meminta dengan air mata yang gugur. Padu. Padu rasa hati ini membulat hanya ingin pada yang satu.

Sedang dalam tidak sedar itu Allah sedang berbicara. Sedang aku leka itu Allah sedang menyampaikan kepadaku. Ia terdetik hanya sedikit di sudut hati ‘bagaimana jika ia adalah sosok tubuh yang berbeda?’

Tertepis ia dengan fikiran yang noktah. Hanya dia yang aku inginkan. Tiada yang lainnya. Saban malam selama bertahun aku bangun meminta hanya dia. Allah! Aku terlupa untuk meminta,

“Ya Allah, berikan aku seorang khalifahmu yang mampu memberikan aku kesederhanaan dalam hidup dan keterluarbiasaan cinta kepadaMu”

Allah berbicara kepadaku setiap kali aku sujud, setiap kali aku menadah tangan meminta kepadaNya. Aku menepis dan terus-terusan berasa angkuh meminta seseorang yang aku rasa dia yang terbaik bagiku. Aku lupa, Allah lebih mengetahui. Dia mengasihi dan mencintaiku lebih dari aku mencintai diriku sendiri dan bagaimana mungkin Dia memberikan seseorang itu tanpa hikmahNya yang tersembunyi tetapi cukup jelas untuk difahami.

Sehinggalah….. keangkuhanku runtuh. Runtuh dengan sebuah hakikat yang muncul. Dia bukan untukku. Dia hanya milik bidadari lain sambil hasutan dendam berbisik, ‘gadis itu lebih solehah darimu sedangkan kau tidaklah sebaik mana’

Kembali segera menyeru nama Tuhanku, “Allah, redhakanlah hatiku dengan apa yang telah Kau tetapkan dan tetapkanlah jua hatiku atas jalanMu.”

Dan hari ini, di sinilah aku. Terus menunggu untuk langkah hidup yang seterusnya. Aku terus bahagia. Malah lebih bahagia. Allah, permudahkan segalanya…

Bahagiakan aku mencintai insan yang mencintaiMu (Dan Allah telah menghadiahinya. Telah tunduk aku bersujud menghinakan dahiku atas kerendahan aku berbanding kuasaNya. Dia lebih mengetahui. Bertemu waliku.)


No comments:

Post a Comment